Sebuah Memoar Iman Keluarga
Kasih
dan
Setia

Perjalanan dua anak yang berjuang melawan gagal ginjal stadium akhir — dan bagaimana kasih Allah yang tak berkesudahan menopang keluarga ini melewati lembah yang gelap menuju terang pemulihan.

Mulai Membaca

Perjalanan Dalam Buku Ini

Metanoia

Metanoia — sebuah kata Yunani yang berarti "perubahan pikiran secara menyeluruh, pertobatan hati yang sejati." Inilah yang terjadi di tengah-tengah badai yang tidak pernah terbayangkan. Bukan sekadar bertahan hidup — tetapi diperbaharui.

Pengantar

Sebelum Semua Ini

Kisah yang lahir bukan dari keinginan, melainkan dari perjalanan.

Ada kisah-kisah yang tidak pernah kita rencanakan untuk diceritakan. Kisah yang lahir bukan dari keinginan, melainkan dari perjalanan — dari malam-malam panjang di lorong rumah sakit, dari genggaman tangan yang erat di ruang tunggu IGD, dari doa-doa yang terucap di antara tangis yang tak tertahan.

Ini adalah kisah keluarga kami. Tentang Lala dan Jojo — dua anak kami yang berjuang dengan seluruh kekuatan kecil mereka. Tentang iman yang diuji, diperdalam, dan pada akhirnya dimurnikan. Tentang kasih yang nyata, dan setia yang tidak pernah habis.

Kami menuliskan ini bukan karena kami adalah keluarga yang luar biasa. Kami hanyalah keluarga biasa yang menghadapi hal-hal yang luar biasa berat — dan menemukan bahwa di dalamnya, ada tangan Tuhan yang tidak pernah melepaskan.

Bab Pertama

Awal

Des 2019 — perjalanan yang dimulai tanpa peringatan, dari rumah sakit yang kebanjiran.

Perjalanan ini bermula dari sesuatu yang tampak biasa — Lala yang tidak kunjung sehat, tubuhnya sedikit bengkak. Dokter sudah mencurigai ginjal, namun kami belum tahu betapa jauh perjalanan yang akan kami tempuh. Tidak ada tanda-tanda yang cukup jelas untuk membuat kami bersiap.

27 Desember 2019
Lala dirawat di RS Mitra Keluarga Barat
Dokter curiga ginjal karena tubuh Lala bengkak. Pemeriksaan awal dimulai.
1 Januari 2020
RS Mitra Barat kebanjiran — evakuasi dengan tronton
Lala dievakuasi ke RS Mitra Keluarga Timur. Momen tak terduga di hari pertama tahun baru. Dirawat hingga 5 Januari.
Awal Januari 2020
Dirujuk ke dr. Sudung Pardede, SpA
Di Hermina Barat dinyatakan CKD final stage — dirujuk ke RSCM untuk hemodialisis.
10 Februari 2020
Second opinion ke Kuala Lumpur
Subang Jaya Hospital, bersama dr. Indon Lajin. Diagnosa sama — CKD end stage.
Bab Kedua

Vonis

"Kami berdua seperti baru saja melihat sebuah kilatan petir yang amat silau hingga membuat seluruh tubuh kami kaku."

Aku duduk di luar ruang praktek dokter sambil mencoba menenangkan diri. Wajah istriku juga terlihat sama pucat nya denganku — kami berdua seperti baru saja melihat sebuah kilatan petir yang amat silau hingga membuat seluruh tubuh kami kaku.

Hemodialisis dan transplantasi ginjal. Dua istilah yang membuatku gemetar membayangkan semua hal itu harus dijalani oleh Lala — yang baru saja kelas dua SD.

Serangkaian pemeriksaan membuat dokter menyimpulkan Lala menderita Chronic Kidney Disease (CKD) end stage. Penyakit ini menyebabkan pertumbuhan Lala melambat — ia tampak seperti anak 5 tahun di usianya yang sudah 8 tahun, selalu tidak bisa tidur nyenyak.

Banyak potongan perilaku Lala yang kuabaikan; sulit tidur, mudah lelah, mual dan susah makan, bau mulut karena kandungan ureum. Oh Tuhan... semua ini salahku.

Masih terduduk di bangku yang sama, aku masih berharap ini adalah kesalahan — semua hanyalah mimpi buruk. Hati kami kacau. Dan dalam kegelisahan itu, pikiran-pikiran itu berputar tak henti: Apakah ini kesalahanku? Apakah Tuhan sedang menghukumku?

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

— Yeremia 29:11
Bab Ketiga

Intubasi Lala

Saturasi 70% — malam yang terasa sangat panjang, dalam belas kasih Tuhan.

Malam itu Lala dilarikan ke IGD dalam keadaan tak sadarkan diri. Paru-parunya terendam cairan. Saturasi oksigen menurun drastis ke angka 70%. Dokter langsung meminta persetujuan untuk melakukan intubasi.

Dari balik tirai pembatas yang tak sengaja tersingkap, aku dan istriku melihat potongan peristiwa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Ku eratkan genggaman tangan istriku, sembari menguatkan hati melihat Lala yang mengerang saat selang intubasi dimasukkan ke tenggorokan.

"Lala harus segera transplant, kasihan dia sangat menderita" — sepenggal kalimat yang terucap dari bibir istriku yang bergetar, sambil terus melihat Lala yang masih mendapatkan perawatan.

Malam yang terasa sangat panjang. Bunyi alat medis saling bersahutan di ruang yang penuh sesak. Sungguh tidak terbayangkan — namun justru di sinilah kami merasakan belas kasih Tuhan yang nyata. Kondisi Lala mulai stabil. Lala dipindahkan ke PICU — kondisinya berangsur pulih.

"Ia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."

— Yesaya 40:29
Bab Keempat

Rutinitas Baru — Iman yang Bergejolak

April 2020 — pandemi melanda, HD dimulai, dan hidup kami berubah selamanya.

April datang membawa cobaan ganda — Covid melanda, dan Lala kembali kejang. Setelah perjalanan darurat ke beberapa rumah sakit, Lala tiba di IGD RSCM dengan Hb 3,6. Malam itu kami harus mengambil darah di bank darah jam 01.00 pagi.

Pagi harinya, Suster Yety dan dr. Eka datang — mereka menginfokan Lala harus segera HD. CDL dipasang. Ureum 200, kreatinin 18. 23 April 2020 — Lala menjalani hemodialisis pertamanya. Sebuah tanggal yang tidak akan pernah kami lupakan.

Di tengah semua itu, kami belajar satu hal yang tidak ada dalam buku manapun: bahwa kekuatan seorang anak terkadang jauh melampaui kekuatan orang tuanya.

23 April 2020
Hemodialisis Pertama Lala
CDL terpasang. Ureum 200, kreatinin 18. HD seminggu 2 kali menjadi jadwal tetap.
Kejadian I
Lala kejang saat HD
Dirawat IGD 3 hari.
Kejadian II
Kejang setelah nasi kuning buatan Uti
Saturasi turun 70%. Diputuskan pindah ke CAPD.
Hiburan Kecil
Nyanyi bersama, diunggah ke YouTube
Momen kecil yang menjadi obat hati keluarga.
Bab Kelima

Jojo Pelipur Lara

Adik yang menjadi semangat keluarga — ternyata juga menyimpan pergumulannya sendiri.

Jojo — si adik yang menjadi pelipur lara, yang merayakan ulang tahunnya pada 11 Oktober 2021 di tengah segala kekhawatiran kami — ternyata menyimpan pergumulannya sendiri yang tidak kalah berat.

Di tengah persiapan transplant Lala, kami memeriksakan Jojo juga. Apa yang kami temukan menghantam kami untuk kedua kalinya: Jojo pun memiliki masalah ginjal.

2021
Jojo ikut diperiksa
Dalam proses mempersiapkan transplant Lala, dokter menyarankan Jojo diperiksa juga. Hasilnya mengejutkan.
6 April 2021
Jojo biopsi di RSCM Kencana
Untuk memastikan kondisi ginjal Jojo secara lebih detail.
Pasca biopsi
Kemungkinan Jojo masuk HD
Kami harus bersiap — Jojo mungkin akan HD di usia yang sangat belia. Opa jatuh sakit mendengar ini.
11 Oktober 2021
Ulang tahun Jojo
Dirayakan penuh syukur dan doa — di antara semua yang sedang kami hadapi.
24 Desember 2021
Jojo menjalani stemcell
Harapan baru. 2 bulan pertama menunjukkan perbaikan yang menggembirakan.
Bab Keenam

Dukungan yang Tak Pernah Berhenti

Menjelang transplantasi Lala — tangan-tangan kasih datang dari segala arah.

Menjelang transplantasi, kami tidak berjalan sendirian. Tangan-tangan kasih datang dari segala arah — teman-teman yang berdoa via Zoom, para romo yang hadir, komunitas yang menopang tanpa diminta. Kasih Allah mengalir melalui tangan-tangan manusia yang mau menjadi salurannya.

15 Oktober 2021
Sakramen Perminyakan Lala di St. Klara
25 Oktober 2021
Doa bersama di rumah sebelum karantina
26 Oktober pagi
Saturasi Lala turun — berangkat ke RSCM dengan oksigen
26 Oktober 2021
Lala masuk karantina RSCM
2 November 2021
✦ Lala Transplant Ginjal

Ada satu momen yang tidak akan pernah kulupakan: ketika dokter berkata "ginjalnya berfungsi", dan aku melihat senyum istrikku — senyum yang sudah lama sekali tidak kulihat sebersih itu.

"Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai."

— Mazmur 126:5
Bab Ketujuh

Titik Terendah

Maret 2022 — Jojo masuk HD. Dua anak, dua rumah sakit, satu hati orang tua yang terbagi.

Maret datang membawa kemunduran. Kondisi Jojo mulai menurun — badan lemas, napas mulai berat, mata terlihat kadang tidak sinkron. Harapan dari stemcell perlahan memudar. Kami kembali ke titik yang paling kami takutkan.

Akhir Maret 2022
Jojo masuk IGD RSCM Kencana
Diputuskan harus segera HD. Keputusan yang berat namun tidak ada pilihan lain.
1 April 2022
Jojo pasang CDL — HD pertama dimulai
Bersamaan, Lala masuk untuk terapi IVIG di Gedung A RSCM. Dua anak, satu hari yang sama.
Pasca CDL
Jojo dirawat karena infeksi CDL
Tiba-tiba kejang, tensi tinggi, ditemukan kondisi MIS-C yang memerlukan penanganan serius.
Bersamaan
Lala terkena Demam Berdarah
Dirawat di IGD isolasi. Di titik paling berat — namun tidak sendirian.
Catatan: Di titik ini, dua anak kami berada di kondisi kritis berbeda, di ruang berbeda. Namun justru di sinilah kami melihat kehadiran Tuhan paling nyata — melalui setiap orang yang datang membantu tanpa diminta.

"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau."

— Yesaya 41:10
Bab Kedelapan

Kadang Kita Lupa

2023 — di antara duka, sukacita tetap hadir. Dua realita yang berjalan berdampingan.

Di antara segala pergumulan, ada momen-momen yang mengingatkan kami bahwa kehidupan terus berjalan dengan segala keindahannya yang sederhana. Bahwa sukacita tidak menunggu duka selesai — ia hadir berdampingan, mengalir di celah-celah kesedihan seperti cahaya yang menerobos jendela.

30 April 2023 — Kakak Sisi meraih juara OSN IPA tingkat Kota Jakarta Timur dan melaju ke tingkat provinsi. Kebanggaan mengalir deras. Ada sukacita yang nyata dan tidak dapat disembunyikan.

Namun November kembali membawa kekhawatiran. Kondisi Jojo menurun — hampir setiap malam ia membutuhkan oksigen karena saturasi yang terus merosot. Tabung oksigen menjadi teman setia malam kami. Kami tahu ini akan ada ujungnya, dan kami terus berdoa.

Bab Kesembilan

Jojo Intubasi

"Hari yang seharusnya menjadi jadwal pemeriksaan darah rutin, berubah menjadi keadaan darurat."

Pagi itu kami sudah berbagi tugas. Aku pergi ke toko seperti biasa. Istriku mengantar Jojo untuk cek darah rutin ke RSCM, ditemani Lala yang kebetulan libur sekolah. Semua sepertinya akan berjalan seperti yang sudah direncanakan.

Namun menjelang siang, istriku dengan panik menggambarkan kondisinya melalui telepon.

— — —
Jojo yang tertidur selama perjalanan mendadak terbangun dari bangku belakang mobil. Ia mengeluh dadanya sesak. Wajahnya pucat dan kesulitan bernapas. Ia berteriak-teriak panik dan gelagapan seperti orang yang sedang tenggelam. Tubuhnya lunglai kebiruan karena kekurangan oksigen. Lala berteriak histeris: "Jojo jangan pergi!"

Perjalanan tinggal beberapa kilometer menuju RSCM, namun proyek LRT menyebabkan perjalanan tersendat. Istriku membuka kaca jendela, berteriak meminta bantuan. Beberapa pengendara motor membantu membuka jalan — akhirnya mobil sampai di depan IGD.

Dengan amat sigap seorang satpam membuka pintu mobil dan menggotong tubuh Jojo menuju ruang resusitasi. Istriku pasrah: "mungkin ini adalah saatnya", pikirnya.

Proses intubasi dilakukan. Selang ventilator terpasang. Istriku menggenggam tangan Jojo sambil terus memanggil namanya. Aku berusaha menguatkan istriku — menghadapi peristiwa yang dulu pernah kami alami bersama Lala.

Beberapa teman datang memberikan support. Romo berkenan hadir dan memberikan sakramen perminyakan sesaat sebelum Jojo dipindahkan ke PICU.

"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau."

— Yesaya 41:10
Bab Kesepuluh

Transplantasi Kedua: Ketika Jojo Menerima Karunia

26 Maret 2024 — setelah semua penantian, semua doa, semua air mata.

Transplantasi ginjal bukan sekadar operasi. Ini adalah sebuah karunia — seseorang menyerahkan sebagian dari dirinya agar yang lain bisa hidup. Dan ketika itu akhirnya tiba — rasanya seperti menghirup udara untuk pertama kali setelah tenggelam begitu lama.

10 Januari 2024
Jojo masih dirawat di PICU
30 Januari 2024
Misa Syukur — Jojo pulang, persiapan transplant, ultah Mami, pemberkatan rumah
19 Maret 2024
Sakramen Perminyakan Papi & Jojo oleh Romo Dipta
26 Maret 2024
✦ Jojo Transplant Ginjal

Dan pada akhirnya, kedua anak kami — Lala dan Jojo — berhasil menjalani transplantasi ginjal. Bukan kebetulan. Bukan keberuntungan. Ini adalah pemeliharaan Allah yang bekerja melalui tangan dokter, perawat, keluarga, dan sahabat yang mengasihi mereka.

"Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai."

— Mazmur 126:5
Penutup

Kasih yang Tak Berkesudahan

Metanoia — pertobatan hati yang sejati lahir di tengah-tengah badai.

Ada sebuah kata Yunani yang menangkap dengan sempurna apa yang terjadi pada diri kami: Metanoia. Secara harfiah berarti "perubahan pikiran" — namun maknanya jauh lebih dalam. Ini adalah transformasi hati yang terjadi ketika kita berjumpa dengan realita yang lebih besar dari diri kita.

Sebelum semua ini, aku mengira aku cukup mengenal Allah. Tapi perjalanan ini mengajarkan bahwa mengenal Allah secara intelektual sangat berbeda dengan bersandar pada-Nya secara total — ketika tidak ada pilihan lain selain percaya.

Di kamar-kamar rumah sakit itulah aku benar-benar belajar berdoa. Bukan doa yang indah dan terformulasi, tapi doa yang lahir dari perut — menjerit dari kedalaman yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Kepada semua yang pernah menemani kami — yang pernah duduk di ruang tunggu ICU, yang pernah membawakan makanan, yang pernah mengirimkan pesan singkat di tengah malam, yang pernah mendoakan nama Lala dan Jojo — terima kasih. Kasih kalian adalah cerminan kasih-Nya.

Kamu tidak sendirian. Allah tidak melupakanmu. Kasih-Nya tidak berkesudahan, dan setia-Nya baru setiap pagi.

— Ratapan 3:22-23

"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

— Ratapan 3:22-23
Kunjungi Website
Metanoia — Kisah Lengkap Online
Saksikan seluruh kisah Kasih dan Setia. Scan QR code atau klik untuk mengunjungi.
kasihdansetia.my.canva.site
✦ ✦ ✦
⚙️
Admin Panel
Kasih & Setia
Mode: Baca
Konten
Media
Tampilan
Ekspor
Pengaturan
Mode Edit Teks
Aktifkan mode edit untuk mengklik langsung teks apa pun di halaman dan mengeditnya secara inline. Perubahan tersimpan otomatis di browser.
— Log perubahan akan muncul di sini —
Edit Per Bab
Pengantar
IAwal
IIVonis
IIIIntubasi Lala
IVRutinitas Baru
VJojo Pelipur Lara
VIDukungan
VIITitik Terendah
VIIIKadang Kita Lupa
IXJojo Intubasi
XTransplantasi Kedua
Penutup: Bersyukur
Info Buku
Tambah Foto via URL
✓ Google Drive · Imgur · URL .jpg/.png langsung
⚠ Pastikan Drive sudah diset "Anyone with the link"
Upload Foto dari Perangkat
📁
Klik atau seret foto ke sini
JPG, PNG, WEBP — maks 5MB per foto
Video YouTube
Ukuran Font Isi
Lebar Konten
Tampilan & Fitur
Progress Bar
Garis tipis di atas saat membaca
Animasi Fade-in Bab
Bab muncul perlahan saat scroll
Tombol FAB PDF
Tombol PDF melayang di mobile
Ornamen Bab
Garis emas dekoratif antar bab
Ayat Alkitab
Kotak gelap dengan ayat di tiap bab
Statistik Konten
12
Bab
0
Foto Terpasang
0
Video
0
Kata
Unduh PDF
PDF akan digenerate menggunakan fungsi cetak browser dengan layout A4 yang sudah dioptimalkan. Pastikan semua foto dan video sudah dipasang sebelum mengunduh.
Simpan File HTML
Simpan seluruh buku (dengan foto URL dan video yang sudah terpasang) sebagai file HTML yang bisa dibagikan atau dibuka offline.
Salin Teks Semua Bab
Ganti Password Admin
Cara Membuka Admin Panel
Ketuk/klik logo ✟ di cover sebanyak 5 kali berturut-turut untuk membuka dialog login admin. Password default: KasihSetia2024

Ganti password segera setelah pertama kali masuk untuk keamanan.
Reset & Sesi
✏ Mode Edit Aktif
Klik teks mana saja untuk mengeditnya langsung